Monday, January 26, 2009

Surat Tilang Khusus Pejalan Kaki

Jalan raya adalah milik bersama, milik semua orang. Bukan cuma milik gw atau pun milik elo. Nah, biar "barang bersama" ini bisa dinikmati oleh semua dengan nyaman, berarti kan harus ada aturan mainnya. Harus ada tata tertib. Biar yang pakai "barang bersama" itu jadi ga was-was, tentram, nyaman, aman, dan gemah ripah loh ji nawi.

Yang pakai jalan itu kan bukan cuma yang naik motor atau mobil, tapi juga yang naik bis, ojek, becak, delman, dan pejalan kaki. Dan menurut gw, penggunaan jalan raya khususnya di Jakarta dan Bekasi adalah yang paling parah se-Indonesia Raya dan se-Jagad Raya!

Yang punya motor, serasa nyawanya ada 10 (ngalah-ngalahin nyawa si Meong). Yang punya mobil kadang ga mau ngalah. Si BMW alias Bajaj Merah Warnanya main potong sana potong sini, belok sesuka hati tanpa ba-bi-bu.

Gw denger dari salah satu sahabat gw yang pernah merasakan menetap di salah satu negara peserta Euro 2008, bahwa pejalan kaki di sebagian besar negara-negara Eropa itu adalah raja jalanan. Kebalikan di Indonesia.

Mungkin karena "pejalan kaki" agak tersingkirkan dibandingkan pengguna jalan lainnya, makanya terkadang para pejalan kaki ini agak sembarangan bin sembrono di dalam menyeberang jalan.

Gw ga tau klo di daerah lain. Yang pasti niy, di daerah kekuasaan gw - Bekasi bagian pintu tol Bekasi Barat dan daerah Bekasi Selatan - para pejalan kakinya rata-rata buta warna dan ga bisa berhitung!

Yang paling sering bikin kemacetan di pintu keluar tol Bekasi Barat adalah pejalan kaki yang melintas di lampu merah pertigaan Metropolitan Mall-Giant-gerbang tol. Padahal lampu merah di situ udah ada timing-nya yang bisa dilihat oleh semua pengguna jalan. Karena mereka rata-rata buta warna, jadi mereka ga tau apakah lampu lalu lintas di situ berwarna merah ataukah hijau. Dan karena mereka juga ga bisa berhitung, jadi mereka ga tau angka berapa yang ada di papan timer-nya.

Yang bikin tambah kesel adalah para polisi yang berjaga di pertigaan situ tidak pernah mengambil tindakan buat para pejalan kaki! Kenapa mereka bisa menilang pengendara bermotor, sedangkan peraturan tilang tersebut tidak berlaku buat para pejalan kaki..??

Kalau gw nanti sudah memperluas kekuasaan gw sampe level Nasional, akan gw berlakukan peraturan tilang buat para pejalan kaki. Biar semua pengguna jalan tertib. Ga cuma yang pake sepeda motor dan yang nyetir mobil.. Tapi semua pihak.

6 comments:

Sanip said...

Hiks kalo gitu harus ada SIP Surat Ijin Pejalan kaki dunk , wah siip deh kalau bisa tertib semua.

didiet said...

kalo disana pejalan kaki adalah raja di indo jangan harp deh....seandainya indo bisa niru kayak negara2 maju ya..tapi apa mungkin ya

RiP666 said...

hmmm... jadi ikut ngerasakan nih
hmmm...
hmmm...

DeLiA said...

hayooooo.. udh pada tertib belum klo lg jalan kaki..?? masih suka nyebrang sembarangan ga..?? klo masih, coba mulai ditertibkan sejak dini yah.. sebelum gw jd penguasan tingkat Nasional niy :P bener2 mo gw berlakuin "Surat Tilang Khusus Pejalan Kaki" ini :D

ipanks said...

bwekk masa pejalan kaki harus ada SIP nya?huwaaaa

DeLiA said...

pasti si Ipanks kebiasaan nyebrang sembarangan yah..?? ;) hihihihihi..