Maybe I'm not a good person this year.
Maybe I'm not a good daughter this year.
Maybe I'm not a good best-friend this year.
Maybe I'm not a good employee this year.
Maybe I'm not a good blogger this year.
Maybe I'm not a good girlfriend this year.
Maybe I'm not a good sister this year.
Maybe I'm not a good auntie this year.
Maybe I'm not a good shopper this year.
Maybe I'm not a good money-saver this year.
Maybe I'm not a good traveler this year.
Maybe I'm not a good listener this year.
Maybe I'm not a good reader this year.
Maybe I'm not a good follower this year.
Maybe I'm not a good citizen this year.
Maybe I'm not a good me this year.
I guess enough for this year.
Hope for a better next year :)
Happy holiday, Dears. Happy new year!
Thursday, December 30, 2010
Monday, December 6, 2010
Berburu Tiket Maroon 5

Demi Maroon 5, apapun akan gw lakukan. Termasuk antri tiket 8 jam di rumah Om Adrie Subono!
Bulan lalu ada tawaran dari seorang sahabat untuk nonton konser. Pilihannya ada 2. Michael Buble di Singapura atau Maroon 5 di Jakarta.
Kalau dilihat dari pilihan tempat, jelas Maroon 5 ada di daerah kekuasaan. Tapi kalau dilihat dari artisnya, gw lebih condong ke Michael Buble. Secara itu Michael Buble gitu lhoooo.. Haven't met him yet!
Setelah mengalami pertimbangan yang rata, gw pun memilih Maroon 5. Dan dimulailah perburuan gw untuk konser Maroon 5 di Jakarta.
Minggu, 5 Desember 2010. Gw berangkat jam 6 pagi ke daerah Pondok Indah. Sampai di sana sekitar jam 8-an lah karena gw memilih naik bis.
Ternyata, di sekitar rumah promotor besar itu sudah ramai mobil dan orang! Bergegaslah gw menuju gerbang rumah besar bertenda itu. Gw diharuskan ambil nomor antrian. Dan tebak nomor antrian yang gw dapat. Nomor 844 dan 845!! Huaaaaaaaaaaa..
Kenapa ambil 2 nomor antrian? Karena gw rencana nonton berenam sama kawan-kawan SMA gw. Dan 1 nomor antrian, maksimal beli 4 tiket.
Terkejut dengan nomor antrian di tangan, gw memilih untuk "berkeliaran" di sekitar Pondok Indah. Dipilihlah rumah Tante gw di Bintaro. Lumayanlah buat sarapan dan tidur-tiduran lagi secara pergi pagi-pagi banget di hari libur.
Seharian menunggu, nomor antrian gw baru dipanggil masuk sekitar jam 4 sore! OMG.. Lelah menanti hanya demi sebuah bukti pembayaran tiket konser di tanggal 27 April 2011.
Anything for you, Maroon 5..
Sunday, November 28, 2010
Tangled (Rapunzel) in 3D
Tuesday, November 23, 2010
Kotak Mimpi

Ini buku Primadonna Angela kedua yang gw baca, setelah "DJ & JD" buku kolaborasi antara Primadonna Angela dan Syafrina Siregar.
Gw suka sampul bukunya yang bagus, walaupun ga suka warnanya. Hihihihii..
Buku ini bagus menurut gw. Mengajarkan kita untuk tetap punya mimpi. Walaupun terkadang mimpi itu tidak masuk akal bagi lingkungan sekitar, selama kita punya mimpi setidaknya akan membedakan hidup kita dengan hidup orang lain.
Ah, jadi membayangkan seperti apa sosok Aria itu.. hehehehe..
Sunday, November 21, 2010
Bohong
Pernah bohong..? Pasti jawabannya macem-macem.
Ada yang bilang ga pernah (kalau itu siy udah ketahuan bohongnya). Ada yang bilang pernah. Ada juga yang bilang pernah siy tapi kan selama ga ketahuan ga kenapa-kenapa.
Yang namanya bohong, tetap aja bohong. Ya kan..?
Pernah ngerasa ga siy kalau bohong itu bikin capek..? Dulu suatu waktu pernah gw baca bahwa sekali berbohong akan selamanya berbohong. Karena sekali elo ngomong bohong, elo pasti akan menutupi kebohongan pertama dengan kebohongan yang lainnya. Bisa dibilang kebohongan berlapislah (kue kaliiii pake lapis..) Atau kalau istilah gw sekarang, "bohong itu harus konsisten".
Salah satu kawan gw malah pernah nyuruh gw untuk mengambil sisi positifnya dari bohong. Ya "konsisten" itu.. Blah! Ada-ada aja..
Apa yang akan loe rasakan kalau loe tahu bahwa loe sedang dibohongi..? Mungkin elo akan merasa sama seperti gw saat ini.
Welcome to my situation right now. Mungkin orang yang bohong sama gw ga tahu kalau gw sudah tahu bahwa dia bohong sama gw. Atau mungkin dia sengaja untuk merasa bahwa dia aman berbohong (agak bingung ga seh sama kata-kata gw..?? hihihihi..)
Pernah gw pancing dia untuk jujur ke gw. Yang ada malah dia marah sama gw. Dia merasa gw tuduh.
Semakin dia sering marah ke gw, semakin gw curiga dia menutupi sesuatu. Semakin bikin dia buka kedoknya sendiri bahwa dia bohong ke gw. Bener ga..?
Saran gw buat kalian semua, kalau ga bisa konsisten mending ga usah bohong. Kalau ga bisa pasang poker face, lebih baik jujur.. It will be much better if you tell the truth. It can save you.. Trust me..
Ada yang bilang ga pernah (kalau itu siy udah ketahuan bohongnya). Ada yang bilang pernah. Ada juga yang bilang pernah siy tapi kan selama ga ketahuan ga kenapa-kenapa.
Yang namanya bohong, tetap aja bohong. Ya kan..?
Pernah ngerasa ga siy kalau bohong itu bikin capek..? Dulu suatu waktu pernah gw baca bahwa sekali berbohong akan selamanya berbohong. Karena sekali elo ngomong bohong, elo pasti akan menutupi kebohongan pertama dengan kebohongan yang lainnya. Bisa dibilang kebohongan berlapislah (kue kaliiii pake lapis..) Atau kalau istilah gw sekarang, "bohong itu harus konsisten".
Salah satu kawan gw malah pernah nyuruh gw untuk mengambil sisi positifnya dari bohong. Ya "konsisten" itu.. Blah! Ada-ada aja..
Apa yang akan loe rasakan kalau loe tahu bahwa loe sedang dibohongi..? Mungkin elo akan merasa sama seperti gw saat ini.
Welcome to my situation right now. Mungkin orang yang bohong sama gw ga tahu kalau gw sudah tahu bahwa dia bohong sama gw. Atau mungkin dia sengaja untuk merasa bahwa dia aman berbohong (agak bingung ga seh sama kata-kata gw..?? hihihihi..)
Pernah gw pancing dia untuk jujur ke gw. Yang ada malah dia marah sama gw. Dia merasa gw tuduh.
Semakin dia sering marah ke gw, semakin gw curiga dia menutupi sesuatu. Semakin bikin dia buka kedoknya sendiri bahwa dia bohong ke gw. Bener ga..?
Saran gw buat kalian semua, kalau ga bisa konsisten mending ga usah bohong. Kalau ga bisa pasang poker face, lebih baik jujur.. It will be much better if you tell the truth. It can save you.. Trust me..
Wednesday, November 17, 2010
Berubah!
Setahun terakhir ini, gw merasa bahwa diri gw yang dulu sudah hilang. Tergantikan dengan diri gw yang sekarang.
Dalam setahun ini, bisa dihitung dengan jari (tangan dan kaki) berapa kali gw nonton di bioskop. Baik sendiri, berdua, ataupun rame-rame. Banyak film bagus yang gw lewatkan. Bisa jadi karena jadwal kerja yang ugal-ugalan, karena gaji yang telat berbulan-bulan, atau bisa jadi karena letak kantor gw yang sekarang udah ga lagi sekoprolan gajah lagi ke Plaza Senayan atau Senayan City.
Gw juga jarang kumpul dengan sahabat dan kawan gw. Hampir ga ada lagi kegiatan ngopi atau nonton atau sekedar kumpul bareng Keluarga Hehe, Geng Mauan Plurkers, ataupun anak-anak MB Prambors!
Ada saat-saat gw sadar bahwa gw ga bisa lagi terlalu bersenang-senang kayak dulu. Mengingat umur ga bisa lagi diajak semakin muda, badan ga bisa lagi diajak selalu sehat setiap saat. Tapi gw juga selalu merindukan masa-masa bisa tiap minggu jalan ke Plaza Senayan sama Keluarga HeHe, sebulan sekali ngopi sama anak-anak MB Prambors dan berbagi banyolan parah.
Setiap orang pasti berubah. Kehidupan pun menuntut untuk berubah.
Ah, seandainya bisa jadi Ksatria Baja Hitam. Gw mau BERUBAH jadi gw yang dulu!
Dalam setahun ini, bisa dihitung dengan jari (tangan dan kaki) berapa kali gw nonton di bioskop. Baik sendiri, berdua, ataupun rame-rame. Banyak film bagus yang gw lewatkan. Bisa jadi karena jadwal kerja yang ugal-ugalan, karena gaji yang telat berbulan-bulan, atau bisa jadi karena letak kantor gw yang sekarang udah ga lagi sekoprolan gajah lagi ke Plaza Senayan atau Senayan City.
Gw juga jarang kumpul dengan sahabat dan kawan gw. Hampir ga ada lagi kegiatan ngopi atau nonton atau sekedar kumpul bareng Keluarga Hehe, Geng Mauan Plurkers, ataupun anak-anak MB Prambors!
Ada saat-saat gw sadar bahwa gw ga bisa lagi terlalu bersenang-senang kayak dulu. Mengingat umur ga bisa lagi diajak semakin muda, badan ga bisa lagi diajak selalu sehat setiap saat. Tapi gw juga selalu merindukan masa-masa bisa tiap minggu jalan ke Plaza Senayan sama Keluarga HeHe, sebulan sekali ngopi sama anak-anak MB Prambors dan berbagi banyolan parah.
Setiap orang pasti berubah. Kehidupan pun menuntut untuk berubah.
Ah, seandainya bisa jadi Ksatria Baja Hitam. Gw mau BERUBAH jadi gw yang dulu!
Wednesday, October 20, 2010
Klarifikasi (1)
Sekitar 1,5 bulan lalu gw menulis ini. Pada saat itu memang gw mengalami kekecewaan mendalam terhadap beberapa toko online yang pernah gw kunjungi.
Gw menulis semua yang ada di rumah gw ini berdasarkan pengalaman pribadi gw. Segala pujian, kepuasan, keluhan, maupun ketidakpuasan yang keluar lewat kata-kata gw di rumah gw ini, murni perasaan gw sendiri. Karena rumah gw ini adalah tempat untuk mengekspresikan segala emosi baik dan emosi buruk gw.
Kemarin gw cek email dan ada satu email di spam dari seseorang yang ga gw kenal bernama Rika Winurdiastri. Biasanya email di spam akan langsung gw hapus tanpa membaca isinya terlebih dahulu. Tapi karena judul email-nya sopan, gw pun membacanya.Ternyata eh ternyata, Mbak Rika ini adalah pemilik toko online yang masuk dalam daftar black list gw karena MENURUT GW *catet yeee.. ini udah gw gedein, tebelin, merahin* tokonya Mbak Rika tidak merespon pesanan gw.
Ini sedikit cuplikan dari email Mbak Rika ke gw:
"Salam kenal. Saya owner salah satu toko online yang mba pernah sambangi. Hari ini saya cukup kaget melihat incoming link yang memblack list toko saya. Tentu apapun sebabnya, harus saya jadikan cambuk untuk perbaikan. Customer complain tidak pernah bisa diprotes. Itu adalah masukan berharga.
Saya trace nama mba di inbox email saya, saya temukan order mba, tp jujur saja saya belum pernah membaca email itu (ingatan saya cukup baik kalau sama nama orang).
...
Mba Delia,
Saya sadar bahwa apapun alasan akan hambatan bisnis saya, itu bukan pembenaran untuk mentelantarkan customer, untuk itu saya mohon maaf sebesar besarnya. Saya menyesal sekali atas kekhilafan saya. Saya sedih bukan main ada customer yang merasa seperti itu terhadap toko online saya. Namun saya akan sangat berterima kasih apabila mba tidak mencantumkan website saya untuk menjadi blacklist bagi semua orang, cukup blacklist bagi mba Delia saja. Inshaallah saya bangun bisnis ini dengan niat baik dan tidak untuk menipu.
Demikian mba Delia, terima kasih atas segala perhatiannya."
Agak terlambat juga menurut gw Mbak Rika kirim email ke gw setelah lewat 1,5 bulan posting-an gw dan 4,5 bulan email pesanan gw terkirim. Tapi kan ada pepatah "Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali"..
Posting-an gw kali ini hanya mengklarifikasi bahwa tulisan gw 1,5 bulan lalu itu tidak ada niatan untuk mengajak orang lain *terutama dalam hal ini adalah Tetangga-TetanggaQuw yang sangat baik hati di sini* ikutan mem-blacklist toko online Mbak Rika. Gw murni hanya menumpahkan kekesalan gw akan toko online Mbak Rika tanpa ada niatan untuk mengajak orang lain mem-blacklist.
Gw mencantumkan link ke website toko online Mbak Rika 1,5 bulan lalu dengan alasan siapa tahu ada TetanggaQuw di sini yang pernah pesan di toko Mbak Rika dan tidak mengalami apa yang gw alami. Dengan sangat menyesal gw sampaikan bahwa gw tidak akan menghapus link ke toko online Mbak Rika di tulisan gw 1,5 bulan lalu. Hanya saja gw tidak mencantumkan link ke toko online Mbak Rika di tulisan gw kali ini.
Jadi gw rasa klarifikasi gw kali ini cukup. Damai kita, Mbak Rika..??
Gw menulis semua yang ada di rumah gw ini berdasarkan pengalaman pribadi gw. Segala pujian, kepuasan, keluhan, maupun ketidakpuasan yang keluar lewat kata-kata gw di rumah gw ini, murni perasaan gw sendiri. Karena rumah gw ini adalah tempat untuk mengekspresikan segala emosi baik dan emosi buruk gw.
Kemarin gw cek email dan ada satu email di spam dari seseorang yang ga gw kenal bernama Rika Winurdiastri. Biasanya email di spam akan langsung gw hapus tanpa membaca isinya terlebih dahulu. Tapi karena judul email-nya sopan, gw pun membacanya.Ternyata eh ternyata, Mbak Rika ini adalah pemilik toko online yang masuk dalam daftar black list gw karena MENURUT GW *catet yeee.. ini udah gw gedein, tebelin, merahin* tokonya Mbak Rika tidak merespon pesanan gw.
Ini sedikit cuplikan dari email Mbak Rika ke gw:
"Salam kenal. Saya owner salah satu toko online yang mba pernah sambangi. Hari ini saya cukup kaget melihat incoming link yang memblack list toko saya. Tentu apapun sebabnya, harus saya jadikan cambuk untuk perbaikan. Customer complain tidak pernah bisa diprotes. Itu adalah masukan berharga.
Saya trace nama mba di inbox email saya, saya temukan order mba, tp jujur saja saya belum pernah membaca email itu (ingatan saya cukup baik kalau sama nama orang).
...
Mba Delia,
Saya sadar bahwa apapun alasan akan hambatan bisnis saya, itu bukan pembenaran untuk mentelantarkan customer, untuk itu saya mohon maaf sebesar besarnya. Saya menyesal sekali atas kekhilafan saya. Saya sedih bukan main ada customer yang merasa seperti itu terhadap toko online saya. Namun saya akan sangat berterima kasih apabila mba tidak mencantumkan website saya untuk menjadi blacklist bagi semua orang, cukup blacklist bagi mba Delia saja. Inshaallah saya bangun bisnis ini dengan niat baik dan tidak untuk menipu.
Demikian mba Delia, terima kasih atas segala perhatiannya."
Agak terlambat juga menurut gw Mbak Rika kirim email ke gw setelah lewat 1,5 bulan posting-an gw dan 4,5 bulan email pesanan gw terkirim. Tapi kan ada pepatah "Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali"..
Posting-an gw kali ini hanya mengklarifikasi bahwa tulisan gw 1,5 bulan lalu itu tidak ada niatan untuk mengajak orang lain *terutama dalam hal ini adalah Tetangga-TetanggaQuw yang sangat baik hati di sini* ikutan mem-blacklist toko online Mbak Rika. Gw murni hanya menumpahkan kekesalan gw akan toko online Mbak Rika tanpa ada niatan untuk mengajak orang lain mem-blacklist.
Gw mencantumkan link ke website toko online Mbak Rika 1,5 bulan lalu dengan alasan siapa tahu ada TetanggaQuw di sini yang pernah pesan di toko Mbak Rika dan tidak mengalami apa yang gw alami. Dengan sangat menyesal gw sampaikan bahwa gw tidak akan menghapus link ke toko online Mbak Rika di tulisan gw 1,5 bulan lalu. Hanya saja gw tidak mencantumkan link ke toko online Mbak Rika di tulisan gw kali ini.
Jadi gw rasa klarifikasi gw kali ini cukup. Damai kita, Mbak Rika..??
Subscribe to:
Comments (Atom)
