Setahun terakhir ini, gw merasa bahwa diri gw yang dulu sudah hilang. Tergantikan dengan diri gw yang sekarang.
Dalam setahun ini, bisa dihitung dengan jari (tangan dan kaki) berapa kali gw nonton di bioskop. Baik sendiri, berdua, ataupun rame-rame. Banyak film bagus yang gw lewatkan. Bisa jadi karena jadwal kerja yang ugal-ugalan, karena gaji yang telat berbulan-bulan, atau bisa jadi karena letak kantor gw yang sekarang udah ga lagi sekoprolan gajah lagi ke Plaza Senayan atau Senayan City.
Gw juga jarang kumpul dengan sahabat dan kawan gw. Hampir ga ada lagi kegiatan ngopi atau nonton atau sekedar kumpul bareng Keluarga Hehe, Geng Mauan Plurkers, ataupun anak-anak MB Prambors!
Ada saat-saat gw sadar bahwa gw ga bisa lagi terlalu bersenang-senang kayak dulu. Mengingat umur ga bisa lagi diajak semakin muda, badan ga bisa lagi diajak selalu sehat setiap saat. Tapi gw juga selalu merindukan masa-masa bisa tiap minggu jalan ke Plaza Senayan sama Keluarga HeHe, sebulan sekali ngopi sama anak-anak MB Prambors dan berbagi banyolan parah.
Setiap orang pasti berubah. Kehidupan pun menuntut untuk berubah.
Ah, seandainya bisa jadi Ksatria Baja Hitam. Gw mau BERUBAH jadi gw yang dulu!
Wednesday, November 17, 2010
Wednesday, October 20, 2010
Klarifikasi (1)
Sekitar 1,5 bulan lalu gw menulis ini. Pada saat itu memang gw mengalami kekecewaan mendalam terhadap beberapa toko online yang pernah gw kunjungi.
Gw menulis semua yang ada di rumah gw ini berdasarkan pengalaman pribadi gw. Segala pujian, kepuasan, keluhan, maupun ketidakpuasan yang keluar lewat kata-kata gw di rumah gw ini, murni perasaan gw sendiri. Karena rumah gw ini adalah tempat untuk mengekspresikan segala emosi baik dan emosi buruk gw.
Kemarin gw cek email dan ada satu email di spam dari seseorang yang ga gw kenal bernama Rika Winurdiastri. Biasanya email di spam akan langsung gw hapus tanpa membaca isinya terlebih dahulu. Tapi karena judul email-nya sopan, gw pun membacanya.Ternyata eh ternyata, Mbak Rika ini adalah pemilik toko online yang masuk dalam daftar black list gw karena MENURUT GW *catet yeee.. ini udah gw gedein, tebelin, merahin* tokonya Mbak Rika tidak merespon pesanan gw.
Ini sedikit cuplikan dari email Mbak Rika ke gw:
"Salam kenal. Saya owner salah satu toko online yang mba pernah sambangi. Hari ini saya cukup kaget melihat incoming link yang memblack list toko saya. Tentu apapun sebabnya, harus saya jadikan cambuk untuk perbaikan. Customer complain tidak pernah bisa diprotes. Itu adalah masukan berharga.
Saya trace nama mba di inbox email saya, saya temukan order mba, tp jujur saja saya belum pernah membaca email itu (ingatan saya cukup baik kalau sama nama orang).
...
Mba Delia,
Saya sadar bahwa apapun alasan akan hambatan bisnis saya, itu bukan pembenaran untuk mentelantarkan customer, untuk itu saya mohon maaf sebesar besarnya. Saya menyesal sekali atas kekhilafan saya. Saya sedih bukan main ada customer yang merasa seperti itu terhadap toko online saya. Namun saya akan sangat berterima kasih apabila mba tidak mencantumkan website saya untuk menjadi blacklist bagi semua orang, cukup blacklist bagi mba Delia saja. Inshaallah saya bangun bisnis ini dengan niat baik dan tidak untuk menipu.
Demikian mba Delia, terima kasih atas segala perhatiannya."
Agak terlambat juga menurut gw Mbak Rika kirim email ke gw setelah lewat 1,5 bulan posting-an gw dan 4,5 bulan email pesanan gw terkirim. Tapi kan ada pepatah "Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali"..
Posting-an gw kali ini hanya mengklarifikasi bahwa tulisan gw 1,5 bulan lalu itu tidak ada niatan untuk mengajak orang lain *terutama dalam hal ini adalah Tetangga-TetanggaQuw yang sangat baik hati di sini* ikutan mem-blacklist toko online Mbak Rika. Gw murni hanya menumpahkan kekesalan gw akan toko online Mbak Rika tanpa ada niatan untuk mengajak orang lain mem-blacklist.
Gw mencantumkan link ke website toko online Mbak Rika 1,5 bulan lalu dengan alasan siapa tahu ada TetanggaQuw di sini yang pernah pesan di toko Mbak Rika dan tidak mengalami apa yang gw alami. Dengan sangat menyesal gw sampaikan bahwa gw tidak akan menghapus link ke toko online Mbak Rika di tulisan gw 1,5 bulan lalu. Hanya saja gw tidak mencantumkan link ke toko online Mbak Rika di tulisan gw kali ini.
Jadi gw rasa klarifikasi gw kali ini cukup. Damai kita, Mbak Rika..??
Gw menulis semua yang ada di rumah gw ini berdasarkan pengalaman pribadi gw. Segala pujian, kepuasan, keluhan, maupun ketidakpuasan yang keluar lewat kata-kata gw di rumah gw ini, murni perasaan gw sendiri. Karena rumah gw ini adalah tempat untuk mengekspresikan segala emosi baik dan emosi buruk gw.
Kemarin gw cek email dan ada satu email di spam dari seseorang yang ga gw kenal bernama Rika Winurdiastri. Biasanya email di spam akan langsung gw hapus tanpa membaca isinya terlebih dahulu. Tapi karena judul email-nya sopan, gw pun membacanya.Ternyata eh ternyata, Mbak Rika ini adalah pemilik toko online yang masuk dalam daftar black list gw karena MENURUT GW *catet yeee.. ini udah gw gedein, tebelin, merahin* tokonya Mbak Rika tidak merespon pesanan gw.
Ini sedikit cuplikan dari email Mbak Rika ke gw:
"Salam kenal. Saya owner salah satu toko online yang mba pernah sambangi. Hari ini saya cukup kaget melihat incoming link yang memblack list toko saya. Tentu apapun sebabnya, harus saya jadikan cambuk untuk perbaikan. Customer complain tidak pernah bisa diprotes. Itu adalah masukan berharga.
Saya trace nama mba di inbox email saya, saya temukan order mba, tp jujur saja saya belum pernah membaca email itu (ingatan saya cukup baik kalau sama nama orang).
...
Mba Delia,
Saya sadar bahwa apapun alasan akan hambatan bisnis saya, itu bukan pembenaran untuk mentelantarkan customer, untuk itu saya mohon maaf sebesar besarnya. Saya menyesal sekali atas kekhilafan saya. Saya sedih bukan main ada customer yang merasa seperti itu terhadap toko online saya. Namun saya akan sangat berterima kasih apabila mba tidak mencantumkan website saya untuk menjadi blacklist bagi semua orang, cukup blacklist bagi mba Delia saja. Inshaallah saya bangun bisnis ini dengan niat baik dan tidak untuk menipu.
Demikian mba Delia, terima kasih atas segala perhatiannya."
Agak terlambat juga menurut gw Mbak Rika kirim email ke gw setelah lewat 1,5 bulan posting-an gw dan 4,5 bulan email pesanan gw terkirim. Tapi kan ada pepatah "Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali"..
Posting-an gw kali ini hanya mengklarifikasi bahwa tulisan gw 1,5 bulan lalu itu tidak ada niatan untuk mengajak orang lain *terutama dalam hal ini adalah Tetangga-TetanggaQuw yang sangat baik hati di sini* ikutan mem-blacklist toko online Mbak Rika. Gw murni hanya menumpahkan kekesalan gw akan toko online Mbak Rika tanpa ada niatan untuk mengajak orang lain mem-blacklist.
Gw mencantumkan link ke website toko online Mbak Rika 1,5 bulan lalu dengan alasan siapa tahu ada TetanggaQuw di sini yang pernah pesan di toko Mbak Rika dan tidak mengalami apa yang gw alami. Dengan sangat menyesal gw sampaikan bahwa gw tidak akan menghapus link ke toko online Mbak Rika di tulisan gw 1,5 bulan lalu. Hanya saja gw tidak mencantumkan link ke toko online Mbak Rika di tulisan gw kali ini.
Jadi gw rasa klarifikasi gw kali ini cukup. Damai kita, Mbak Rika..??
Saturday, September 4, 2010
Jualan Online, Is It for Real..??
Sebelumnya maaf niy yah buat Bunda-Bunda, Mommy-Mommy, Sist-Sist, dan yang lainnya yang punya "toko online" kalau curhatan gw kali ini akan mendiskreditkan usaha kalian menambah penghasilan.
Awalnya gw ga terlalu menaruh perhatian dengan tetangga-tetangga gw di sini atau pun kawan-kawan gw di dunia nyata yang jualan online. Pikir gw itu adalah hak mereka untuk menambah penghasilan (atau mungkin juga jadi mata pencaharian utama) dan ga perlu lah gw mencibir mereka. Karena akhir-akhir ini "toko online" itu semakin menjamur (terutama di Facebook gw!!), mata ini jadi ikutan melirik barang-barang yang ada di sana.
Pernah beberapa kali gw beli kaos di salah satu "toko online" (yang akhirnya berkembang jadi toko beneran) dan hasilnya memuaskan. Gw berlanjut dengan beli kaos di "toko online" lainnya. Ada yang gw beli via Multiply dan ada juga yang dari Facebook dan Twitter.
Itu untuk barang-barang pribadi gw. Waktu kakak dan sepupu gw hamil, gw mulai melirik perlengkapan bayi. Mulai dari yang jualan cloth diaper, nursing pillow, baju-baju lucu, dan lain-lain.
Gw sangat tertarik dengan yang namanya cloth diaper. Karena banyak yang jual dengan motif lucu. Sampai satu waktu, gw nemu "toko online" yang jualan cloth diaper. Sebenernya siy gw nemu "toko online" ini di acara Kum-Kum di Museum Bank Mandiri pada satu waktu. Pada saat itu gw sempet beli cloth diaper untuk kakak gw. Dan setelah gw kasih ke kakak gw, dia minta dibeliin lagi. Karena gw punya kartu namanya, gw awalnya SMS. Sempet dibales untuk kasih tahu bahwa gw harus ke "toko online"-nya untuk pesan.
Masuklah gw ke "toko online" Popok ini. Setelah gw lihat-lihat, ada motif yang lucu-lucu banget. Sehingga gw pun memutuskan untuk pesan 7 (tujuh) cloth diaper dengan motif yang berbeda-beda untuk ponakan gw.
Gw kirim email dengan detail pesanan. Gw tunggu 1 hari, ga ada respon. Seminggu, masih belum ada respon. Bahkan akhirnya sampai sekarang (setelah ponakan gw lahir 3 bulan), tetap lho ga ada respon dari si empunya "toko online" itu. Karena gw kesal, gw ga pernah buka "toko" itu lagi. Bagi gw, seperti ga niat jualan. Kalaupun stock habis, mbok ya kasih tau.. Toh bales email juga ga makan waktu sampai 100 hari!
Setelah kejadian dengan si popok tadi, gw males buka-buka "toko online" lagi. Kalaupun gw tertarik dengan barang online, gw akan cari kawan-kawan gw yang punya "toko online".
Kemarin ini gw lagi pengen kasih kado untuk sepupu gw yang rencananya melahirkan caesar hari Minggu besok ini. Barang yang gw pilih adalah nursing pillow atau bantal menyusui. Karena ada kawan gw yang punya barang itu, gw langsung pesan ke dia. Ternyata dia udah ga jualan nursing pillow itu lagi karena distributornya dia sudah ke laut aje..
Gw dikasih link Toko Ibu dan Bayi. Gw pun pesan 1 (satu) bantal menyusui via formulir yang ada di laman itu. Pesanan gw pun diproses. Ada email yang masuk dari mereka dengan Subject: Order Pending: Payment Required. Isinya: "Terimakasih telah melakukan pemesanan di ..., Kami akan segera memproses pesanan Anda"
Karena untuk "toko online" yang terakhir ini baru gw pesan kemarin, ga ada salahnya kan untuk menunggu. Tapi kalau memang mereka tidak merespon sampai minggu depan, gw memutuskan untuk mem-black list SEMUA "TOKO ONLINE" yang tidak gw kenal baik pemiliknya dari hidup gw!
Untuk apa memulai sesuatu tanpa berniat untuk melakukannya dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikannya sampai tuntas. Kalau memang ga niat untuk jualan, jangan jualan lah.. Cari kerjaan lain yang ga berhubungan sama customer.
Awalnya gw ga terlalu menaruh perhatian dengan tetangga-tetangga gw di sini atau pun kawan-kawan gw di dunia nyata yang jualan online. Pikir gw itu adalah hak mereka untuk menambah penghasilan (atau mungkin juga jadi mata pencaharian utama) dan ga perlu lah gw mencibir mereka. Karena akhir-akhir ini "toko online" itu semakin menjamur (terutama di Facebook gw!!), mata ini jadi ikutan melirik barang-barang yang ada di sana.
Pernah beberapa kali gw beli kaos di salah satu "toko online" (yang akhirnya berkembang jadi toko beneran) dan hasilnya memuaskan. Gw berlanjut dengan beli kaos di "toko online" lainnya. Ada yang gw beli via Multiply dan ada juga yang dari Facebook dan Twitter.
Itu untuk barang-barang pribadi gw. Waktu kakak dan sepupu gw hamil, gw mulai melirik perlengkapan bayi. Mulai dari yang jualan cloth diaper, nursing pillow, baju-baju lucu, dan lain-lain.
Gw sangat tertarik dengan yang namanya cloth diaper. Karena banyak yang jual dengan motif lucu. Sampai satu waktu, gw nemu "toko online" yang jualan cloth diaper. Sebenernya siy gw nemu "toko online" ini di acara Kum-Kum di Museum Bank Mandiri pada satu waktu. Pada saat itu gw sempet beli cloth diaper untuk kakak gw. Dan setelah gw kasih ke kakak gw, dia minta dibeliin lagi. Karena gw punya kartu namanya, gw awalnya SMS. Sempet dibales untuk kasih tahu bahwa gw harus ke "toko online"-nya untuk pesan.
Masuklah gw ke "toko online" Popok ini. Setelah gw lihat-lihat, ada motif yang lucu-lucu banget. Sehingga gw pun memutuskan untuk pesan 7 (tujuh) cloth diaper dengan motif yang berbeda-beda untuk ponakan gw.
Gw kirim email dengan detail pesanan. Gw tunggu 1 hari, ga ada respon. Seminggu, masih belum ada respon. Bahkan akhirnya sampai sekarang (setelah ponakan gw lahir 3 bulan), tetap lho ga ada respon dari si empunya "toko online" itu. Karena gw kesal, gw ga pernah buka "toko" itu lagi. Bagi gw, seperti ga niat jualan. Kalaupun stock habis, mbok ya kasih tau.. Toh bales email juga ga makan waktu sampai 100 hari!
Setelah kejadian dengan si popok tadi, gw males buka-buka "toko online" lagi. Kalaupun gw tertarik dengan barang online, gw akan cari kawan-kawan gw yang punya "toko online".
Kemarin ini gw lagi pengen kasih kado untuk sepupu gw yang rencananya melahirkan caesar hari Minggu besok ini. Barang yang gw pilih adalah nursing pillow atau bantal menyusui. Karena ada kawan gw yang punya barang itu, gw langsung pesan ke dia. Ternyata dia udah ga jualan nursing pillow itu lagi karena distributornya dia sudah ke laut aje..
Gw dikasih link Toko Ibu dan Bayi. Gw pun pesan 1 (satu) bantal menyusui via formulir yang ada di laman itu. Pesanan gw pun diproses. Ada email yang masuk dari mereka dengan Subject: Order Pending: Payment Required. Isinya: "Terimakasih telah melakukan pemesanan di ..., Kami akan segera memproses pesanan Anda"
Karena untuk "toko online" yang terakhir ini baru gw pesan kemarin, ga ada salahnya kan untuk menunggu. Tapi kalau memang mereka tidak merespon sampai minggu depan, gw memutuskan untuk mem-black list SEMUA "TOKO ONLINE" yang tidak gw kenal baik pemiliknya dari hidup gw!
Untuk apa memulai sesuatu tanpa berniat untuk melakukannya dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikannya sampai tuntas. Kalau memang ga niat untuk jualan, jangan jualan lah.. Cari kerjaan lain yang ga berhubungan sama customer.
Sunday, August 29, 2010
Bocan Auntie (1)
Tuesday, August 24, 2010
Sakit Gigi versus Sakit Hati
daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi ini
biar tak mengapa..
rela.. rela.. rela.. aku relakan..
rela.. rela.. rela.. aku rela..
(Lebih Baik Sakit Gigi - Meggy Z)
Blah! Gw yang ga rela!! Gw yang kenapa-kenapa!!
Sakit gigi emang bikin emosi. Bikin gampang naik darah. Dan itulah yang terjadi sama gw sejak kemarin. Di tengah siang hari bolong, saat lagi laper-lapernya menahan dahaga dan haus, tiba-tiba aja gigi atas sebelah kanan yang baru ditambal 2 minggu lalu terasa cenut-cenut dan ngilu. Dan langsung kerasa ke kepala!
Menyebalkan ga seeeeeeeeeeeeeh..
Dan seketika itu juga pipi gw yang chubby ini terasa jadi bengkak.
Jadi, gw termasuk orang yang ga percaya dengan nyanyian Bang Meggy Z. Karena bagi gw, sakit hati adalah sakit terindah. Karena gw bisa makan es krim, makan cokelat, nonton film cengeng, dan guling-guling sepuas hati. Kalau sakit gigi..?? Boro-boro deeeeeeeeeeh.. Nganga dikit aja udah ngilu!
Tapi walau begitu, lagu Bang Meggy emang juara deh buat dinyanyiin.
Tareeeek, Baaaaaaaaaaaang..
biar tak mengapa..
rela.. rela.. rela.. aku relakan..
rela.. rela.. rela.. aku rela..
(Lebih Baik Sakit Gigi - Meggy Z)
Blah! Gw yang ga rela!! Gw yang kenapa-kenapa!!
Sakit gigi emang bikin emosi. Bikin gampang naik darah. Dan itulah yang terjadi sama gw sejak kemarin. Di tengah siang hari bolong, saat lagi laper-lapernya menahan dahaga dan haus, tiba-tiba aja gigi atas sebelah kanan yang baru ditambal 2 minggu lalu terasa cenut-cenut dan ngilu. Dan langsung kerasa ke kepala!
Menyebalkan ga seeeeeeeeeeeeeh..
Dan seketika itu juga pipi gw yang chubby ini terasa jadi bengkak.
Jadi, gw termasuk orang yang ga percaya dengan nyanyian Bang Meggy Z. Karena bagi gw, sakit hati adalah sakit terindah. Karena gw bisa makan es krim, makan cokelat, nonton film cengeng, dan guling-guling sepuas hati. Kalau sakit gigi..?? Boro-boro deeeeeeeeeeh.. Nganga dikit aja udah ngilu!
Tapi walau begitu, lagu Bang Meggy emang juara deh buat dinyanyiin.
Tareeeek, Baaaaaaaaaaaang..
Sunday, June 6, 2010
Mengejar Mimpi (1)
Tiba-tiba saja hari ini keinginan itu muncul dengan kuat. Gw kepengen berhenti bekerja! Gw mulai merasa apa yang gw lakuin selama 5,5 tahun ini membosankan. Memuakkan.
Kesadaran itu muncul setelah 3 hari terakhir ini melihat keponakan gw. Gw jadi pengen mengejar mimpi gw. Gw pengen mewujudkan passion gw.
Gw mau berada di lingkungan anak kecil. Bermain, bernyanyi, menggambar, menari, berlari, meloncat, dan berputar-putar.
Mungkin satu-satunya stres yang bakalan gw miliki dengan berada di dunia anak-anak adalah jeritan tangisan yang juara dari mereka.
Adakah di antara TetanggaQuw yang bekerja di dunia anak-anak (selain Ibu Rumah Tangga yah..)..? Share dunk sama gw di sini.. Biar hati gw mantap untuk melepaskan zona nyaman gw selama ini. Biar gw bisa yakin kalau gw bisa bergaul dengan anak-anak. Biar gw bisa bikin orang di sekitar gw juga percaya kalau gw bisa..
Kesadaran itu muncul setelah 3 hari terakhir ini melihat keponakan gw. Gw jadi pengen mengejar mimpi gw. Gw pengen mewujudkan passion gw.
Gw mau berada di lingkungan anak kecil. Bermain, bernyanyi, menggambar, menari, berlari, meloncat, dan berputar-putar.
Mungkin satu-satunya stres yang bakalan gw miliki dengan berada di dunia anak-anak adalah jeritan tangisan yang juara dari mereka.
Adakah di antara TetanggaQuw yang bekerja di dunia anak-anak (selain Ibu Rumah Tangga yah..)..? Share dunk sama gw di sini.. Biar hati gw mantap untuk melepaskan zona nyaman gw selama ini. Biar gw bisa yakin kalau gw bisa bergaul dengan anak-anak. Biar gw bisa bikin orang di sekitar gw juga percaya kalau gw bisa..
Saturday, June 5, 2010
My New Born Niece
Dear Neighbors,
I would like to introduce my new born niece. She was born on June 4, 2010 at 07.17 AM at Eka Hospital, Serpong with 3,1 kg weight and 49 cm height.
She is the first daughter of my sister and the first grand daughter of my Mommy. And she will be the apple of our family.
I'm the proud Auntie!
I would like to introduce my new born niece. She was born on June 4, 2010 at 07.17 AM at Eka Hospital, Serpong with 3,1 kg weight and 49 cm height.
She is the first daughter of my sister and the first grand daughter of my Mommy. And she will be the apple of our family.
I'm the proud Auntie!
Subscribe to:
Comments (Atom)











