Sunday, August 24, 2008

Kepompong

a nice song from Sindentosca

Dulu kita sahabat, teman begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari..

Dulu kita sabahat, berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu..

Kini kita melangkah berjauh-jauhan..
Kau jauhi diriku karena sesuatu..
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan..
Namun itu karena ku sayang..

Persahabatan bagai kepompong..
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu..
Persahabatan bagai kepompong..
Hal yang tak mudah berubah jadi indah..
Persahabatan bagai kepompong..
Maklumi teman, hadapi perbedaan..
Persahabatan bagai kepompong..
Nanananananananana..

Semua yang berlalu, biarkanlah berlalu
Seperti hangatnya mentari..

Siang berganti malam, sembunyikan sinarnya
Hingga dia bersinar lagi..

Dulu kita melangkah berjauh-jauhan..
Kau jauhi diriku karena sesuatu..
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan..
Namun itu karena ku sayang..

Persahabatan bagai kepompong..
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu..
Persahabatan bagai kepompong..
Hal yang tak mudah berubah jadi indah..
Persahabatan bagai kepompong..
Maklumi teman, hadapi perbedaan..
Persahabatan bagai kepompong..
Ke.. pom.. pong....
Nanananananananana..


Sebuah lagu indie yang ada di salah satu "rumah" seorang kawan.
Ga sengaja terdengar saat gw berkunjung ke "rumah" dia.
Just listen to the song here..


4 comments:

Rierie said...

mumpung masih muda, perbanyakan persahabatan sejati....jangan seperti bunda udah ibu-ibu susah ketemuan ama sahabat lagii..hik.hik.

DeLiA said...

sahabat sejati, meskipun terpisah bertahun-tahun dan sejauh apapun terpisahnya, saat ketemu pasti tetap sahabat sejati, Bun..

;)

Batur SASAK said...

mereka hadir tanpa dipinta, pergi tanpa di antar.buka jelangkung...tapi sahabat sejati

The Dexter said...

Ya, perbedaaan adalah warna dari persahabatan, pertemanan dan lain2.