Thursday, May 8, 2008

Kesempatan Kedua

by Tangga


Kini kusesali...

Nyata cintamu, Kasih...
Tak sempat terbaca hatiku...
Malah terabai olehku...

Lelahku sembunyi...
Tutupi maksud hati...
Yang justru hidup karenamu...
Dan bisa mati tanpamu...

Andai saja aku masih punya kesempatan kedua...
Pasti akan ku hapuskan lukamu...
Menjagamu... Memberimu segenap cinta...

Kusadari tak selayaknya...
Selalu penuh kecewa...
Kau lebih pantas bahagia...
Bahagia karena cintaku...

Andai saja aku masih punya kesempatan kedua...
Pasti akan ku hapuskan lukamu...
Menjagamu... Memberimu segenap cinta...

Kau bawa bersamamu
Sebelah hatiku, separuh jiwaku
Yang mampu sempurnakan aku...

Andai saja aku masih punya kesempatan kedua...
Pasti akan ku hapuskan lukamu...
Menjagamu... Memberimu segenap cinta...
Andai saja aku masih punya kesempatan yang kedua...
Pasti akan ku hapuskan lukamu...
Menjagamu... Memberimu segenap cinta...





semua orang pasti butuh kesempatan kedua...
entah dalam cinta, karir, ataupun persahabatan...
termasuk gw...
can I have my second chance, please...?


Wednesday, May 7, 2008

How to Save a Life

by The Fray


Step one you say we need to talk

He walks you say sit down it's just a talk
He smiles politely back at you
You stare politely right on through
Some sort of window to your right
As he goes left and you stay right
Between the lines of fear and blame
You begin to wonder why you came

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life

Let him know that you know best
Cause after all you do know best
Try to slip past his defense
Without granting innocence
Lay down a list of what is wrong
The things you've told him all along
And pray to God he hears you
And pray to God he hears you

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life

As he begins to raise his voice
You lower yours and grant him one last choice
Drive until you lose the road
Or break with the ones you've followed
He will do one of two things
He will admit to everything
Or he'll say he's just not the same
And you'll begin to wonder why you came

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life
How to save a life
How to save a life

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life
How to save a life...



(taken from OST. Grey's Anatomy)



Lagi suka sama lagu ini...
Mungkin gw lagi berusaha "menyelamatkan hidup" gw...?



Balada Kemarin Sore

Kemarin berjalan dengan kesibukan yang jauh berkurang dibandingkan hari kemarinnya. Yang berbeda dari 2 hari hanyalah hujan yang sempat turun lumayan deras dan lama. Dan seperti biasa, jam 5 sore adalah waktu untuk kembali ke rumah.

Jam 5 lewat sedikit, gw baru berhasil keluar kantor bareng Wulan. Gw mo pulang ke rumah, Wulan mo berangkat kuliah di daerah bilangan Mampang. Berhubung hari ini bareng Wulan, gw ambil rute jalan kaki ga seperti biasanya klo gw pulang sendiri.

Rute jalan kaki gw kemarin sore:
Keluar kantor belok kiri ke arah Hang Lekiu II A. Keluar dari Hang Lekiu II A, nyebrang Patiunus ke arah Taman Hang Tuah. Dari Taman Hang Tuah nyebrang ke jembatan penyebrangan busway halte Masjid Agung Al Azhar. Dari halte Masjid Agung naik Kopaja 19 ke arah Ratu Plaza.

Semuanya berjalan baik-baik saja. Awalnya. Hingga saat gw jalan ke arah Halte Masjid Agung dari Taman Hang Tuah.

Tiba-tiba...


GUBRAAAAAK!!!
"Aduuuuuuh..."


Gw tergelincir di trotoar dengan posisi yang memalukan!
Dengkul gw dengan sukses menyentuh trotoar yang keras dan buku-buku jari gw ga mau kalah...

Reaksi pertama gw tentu mengaduh kesakitan. Tapi reaksi gw langsung berubah saat gw tau klo di deket gw jatuh ada seorang Ibu yang lagi dijemput dengan motor dan dia kaget sampe latah liat gw jatuh...

Dengan polosnya gw bilang, "Aduh... Maaf, Bu, bikin kaget... Ga pa-pa qo...," seraya bangun sendiri dan ngeloyor pergi menahan malu

Dengkul yang nyut-nyutan, buku-buku jari yang perih, dan pergelangan kaki yang menuju ke-keseleo-an pun terpaksa ditahan dulu... Malunya didahulukan!

Dengan cuek gw tetep nunggu Kopaja 19 di halte situ. Bodo amat sama orang-orang yang lagi nunggu jemputan di halte. Ga peduli tukang ojek dan tukang bajaj ngeliatin gw... Padahal siy sakit dan malu jadi satu

Setelah berhasil sampai di Ratu Plaza dan dapet omprengan, gw SMS MoMMy dan Mbak Ndi yang bunyinya, "Ad barusan kpleset di trotoar dkt halte busway Al Azhar. Lutut n tangan Ad cnut2.. Kykny kaki kiri kesleo de. Bs jg Ad jatuh he4 Malu..."

Setelah SMS MoMMy dan Mbak Ndi, gw baru inget klo gw bawa piring dan mangkok di dalam tas gw karena tadi pagi gw sarapan di mobil. Langsung gw cek kondisi piring dan mangkok tersebut (soalnya gawat klo asisten di rumah sampe tau gw mecahin piring n mangkok yang gw bawa... hehehehe...). Alhamdulillah kondisi piring dan mangkoknya masih utuh tak bercacat!



MORAL OF THE STORY:
1. Cek kondisi jalan dan sekitar klo mo jatuh. Pastikan bahwa semua itu emang cocok untuk dijadikan alasan elo jatuh. Misal: jalan licin, sandal licin, ngejar bus, pikiran yang terpecah, atau bisa kesemuanya.

2. Ga usah malu klo jatuh or kepleset di tempat umum. Segede apa pun badan loe asalkan loe punya cara ngeles n jaim yang OK, pasti malu loe bisa diminimalisir. Klo mo malu mampus, mending simpan dalam hati aja...

3. Harus bisa cari cara untuk menertawakan diri loe sendiri setelah terkena musibah. Contohnya, gw dengan meng-SMS Nyokap dan Kakak gw akhirnya bisa ketawa ngakak pas inget posisi jatuh gw...

4. Harus bisa bersyukur atas segala musibah yang elo dapatkan. Contohnya, gw bersyukur bisa jatuh. Karena selama ini gw ga tau rasanya jatuh di tempat umum (selain bersyukur karena piring dan mangkok yang gw bawa ga pecah... hehehe...)

5. Be careful with what you wish for alias hati-hati dengan apa yang loe inginkan. Contohnya gw yang ingin tau rasanya jatuh di tempat umum, eh malah kejadian...

6. Jangan minta maaf ke sekitar loe karena elo jatuh! Kan harusnya mereka nolongin elo dan elo bilang "terima kasih"...






Tuesday, May 6, 2008

Dear Hilmi...

Kamu ingat kapan kita pertama kali kenal?
Kamu ingat sudah berapa lama sejak kita pertama kali kenal?
Kamu ingat apa yang bikin kita kemudian jadi sahabat?

Semua itu karena aku dan kamu nyambung obrolan.
Semua itu karena aku dan kamu sering seide.
Semua itu karena aku dan kamu hampir setipe.

Tapi kenapa sekarang kamu berubah?
Kenapa sekarang kamu bukan lagi Hilmi yang aku kenal?

Ga bisakah kita seperti dulu?
Haruskah kecemburuan dia menghancurkan persahabatan kita?

Wednesday, March 12, 2008

Why...?

Kenapa kamu harus telpon aku lagi...?
Kenapa kamu harus bikin aku ketawa lagi...?
Kenapa aku tetap merindukan suaramu itu...?



Ternyata yang namanya perasaan ga semudah itu dihapus dan dibuang...
Hanya perlu dikendalikan.


Thursday, February 21, 2008

Me versus Salonpas

Tau koyo...?
Klo koyo ga tau, tau Salonpas...?


Nah... Udah 2 hari ini gw bersahabat erat dengan yang namanya "Salonpas" itu :D Gara-garanya adalah sakit kepala yang tak tertahankan... Karena gw sedang mengurangi konsumsi obat-obatan, jadinya gw ga mau langsung minum obat pereda sakit kepala. Alhasil terseliplah koyo berwarna putih di antara kemeja kerja dan kulit gw :P

hahahaha...



Sebenernya siy persahabatan antara gw dan "Salonpas" ini udah mulai sejak gw kost di Malang dulu... Untung mengurangi masuk angin, gw slalu pake koyo ini buat nutupin udel gw. It was worked! Amazing, right...?

And it still work for me until now...


Gw salut buat penemu koyo! Apalagi buat produsen Salonpas :D Jangan naikin harga yaaaaaaaaaaaaa ;)


Tuesday, February 5, 2008

Talking vs Fighting

People said, we're fighting.
But we said, we're talking.

People said, we're not perfect each other.
But we said, we're completing each other.

People said, we hate each other.
But we said, we love each other.



*jadi tambah ga yakin gw... hahahahaha...*