Monday, May 12, 2008

Thomas Cup


Yang tersisa dari hasil nonton Thomas Cup Indonesia vs Thailand di Istora Senayan kemarin sore:
1. Kesal karena pintu masuk ke kawasan Gelora Bung Karno Senayan hampir semuanya ditutup. Hanya menyisakan 2 pintu untuk akses masuk (setelah masjid Al Bina dan dekat driving range)!
2. Sebal melihat begitu banyak acara yang diadakan di kawasan Gelora Bung Karno Senayan (kurang lebih ada 5 acara yang bersamaan plus 1 di malam hari) sehingga susah buat cari parkiran. Akhirnya dapet parkir di Gelanggang Renang.
3. Semakin sebal dengan adanya begitu banyak acara di kawasan Gelora Bung Karno karena yang seharusnya dari Gelanggang Renang ke Istora bisa ditempuh dengan jalan kaki selama 5 menit dengan track lurus, jadi harus muter arena bazar mobil yang memakai jalan antara Gelanggang Renang dan Istora dengan menghabiskan waktu hampir 20 menit!
4. Emosi melihat panitia pelaksana yang lamban membuka loket tiket. Habis pula semua tiket di tangan para calo.
5. Pasrah membeli tiket masuk dari tangan calo. Tiket yang seharusnya seharga Rp 20.000 terpaksa gw beli seharga Rp 75.000.
5. Tim Uber Indonesia menang 4-1 atas Jepang! Sempat lihat partai kelima.
6. Murka lihat Sonny dan Taufik kalah!
7. Terpesona oleh muka-muka pemain Tim Thomas Kanada yang ganteng dan lucu yang bermain di Court 1. Lumayan buat mengalihkan perhatian dari kekalahan Indonesia di Court 2...
8. Dikarenakan gw dan teman-teman berasumsi bahwa kita membawa bad luck buat negara, sebelum set kedua dari ganda kedua dimainkan kita memutuskan untuk pulang! Daripada Tim Thomas kalah... Kita masih cinta negara sendiri qo...
9. Tim Thomas Indonesia pun berhasil menang 3-2 atas Tim Thomas Thailand! Btw, tanpa gw dan teman-teman gw menonton!!

Kuciiiiiiiing... Udah perjuangan banget buat bisa nonton langsung, malah tak berhasil nonton kemenangan Tim Thomas Indonesia... hiks.. hiks...


Moral of the story:
Selalu ada pengorbanan dibalik semua perjuangan yang telah dilakukan. Ga peduli seberat apa pun perjuangan itu dijalani...


Sunday, May 11, 2008

Hari Minggu

Hari Minggu gw ga akan lengkap tanpa:
1. Bangun lebih siang dari biasanya.
2. Bermalas-malasan lebih lama di tempat tidur ditemani selimut favorit.
3. Nonton kartun sepuasnya (mulai dari Conan, Sinchan, sampe Disney Channel)
4. Tidur siang.
5. Bermalas-malasan tingkat tinggi sampe bosen...
6. Keluarga dan teman-temen gw ;)

What a great Sunday!


Friday, May 9, 2008

Jatuh Cinta

by Dygta


Malam terasa indah sejak ku mengenalmu...

Pagi semakin cerah bila ku mengingatmu...
Apakah yang kurasa benar jatuh cinta...?

Mungkinkah aku jatuh cinta padanya...?

Mungkinkah aku jatuh hati padanya...?
Hatiku terasa semakin rindu...
Rindu ini hanya untuk dirinya...

Sayang ini hanya untuk dirinya...
Oh Tuhan, aku jatuh cinta...

Mungkin hanya cintamu meluluhkan hatiku...
Apakah yang kurasa benar jatuh cinta...?

Mungkinkah aku jatuh cinta padanya...?
Mungkinkah aku jatuh hati padanya...?
Hatiku terasa semakin rindu... Oh...
Rindu ini hanya untuk dirinya...
Sayang ini hanya untuk dirinya...
Oh Tuhan, aku jatuh cinta...

Apakah yang kurasa benar jatuh cinta...?


Mungkinkah aku jatuh cinta padanya...?
Mungkinkah aku jatuh hati padanya...?
Hatiku terasa semakin rindu... Oh...
Rindu ini hanya untuk dirinya...
Sayang ini hanya untuk dirinya...
Oh Tuhan, aku jatuh cinta...


Mungkinkah aku jatuh cinta padanya...?
Mungkinkah aku jatuh hati padanya...?
Hatiku terasa semakin rindu... Oh...
Rindu ini hanya untuk dirinya...
Sayang ini hanya untuk dirinya...
Oh Tuhan, aku jatuh cinta...





Jadi pengen ngerasain lagi rasanya jatuh cinta...
Sayang belum menemukan orang yang bisa gw jatuhi cinta...
Tapi apa iya harus menemukan orang yang pantas buat gw jatuhi cinta dulu...?
Yang namanya cinta kan ga pandang pantas atau enggak...
The butterflies just fly to your stomach without any command!


Thursday, May 8, 2008

Kesempatan Kedua

by Tangga


Kini kusesali...

Nyata cintamu, Kasih...
Tak sempat terbaca hatiku...
Malah terabai olehku...

Lelahku sembunyi...
Tutupi maksud hati...
Yang justru hidup karenamu...
Dan bisa mati tanpamu...

Andai saja aku masih punya kesempatan kedua...
Pasti akan ku hapuskan lukamu...
Menjagamu... Memberimu segenap cinta...

Kusadari tak selayaknya...
Selalu penuh kecewa...
Kau lebih pantas bahagia...
Bahagia karena cintaku...

Andai saja aku masih punya kesempatan kedua...
Pasti akan ku hapuskan lukamu...
Menjagamu... Memberimu segenap cinta...

Kau bawa bersamamu
Sebelah hatiku, separuh jiwaku
Yang mampu sempurnakan aku...

Andai saja aku masih punya kesempatan kedua...
Pasti akan ku hapuskan lukamu...
Menjagamu... Memberimu segenap cinta...
Andai saja aku masih punya kesempatan yang kedua...
Pasti akan ku hapuskan lukamu...
Menjagamu... Memberimu segenap cinta...





semua orang pasti butuh kesempatan kedua...
entah dalam cinta, karir, ataupun persahabatan...
termasuk gw...
can I have my second chance, please...?


Wednesday, May 7, 2008

How to Save a Life

by The Fray


Step one you say we need to talk

He walks you say sit down it's just a talk
He smiles politely back at you
You stare politely right on through
Some sort of window to your right
As he goes left and you stay right
Between the lines of fear and blame
You begin to wonder why you came

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life

Let him know that you know best
Cause after all you do know best
Try to slip past his defense
Without granting innocence
Lay down a list of what is wrong
The things you've told him all along
And pray to God he hears you
And pray to God he hears you

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life

As he begins to raise his voice
You lower yours and grant him one last choice
Drive until you lose the road
Or break with the ones you've followed
He will do one of two things
He will admit to everything
Or he'll say he's just not the same
And you'll begin to wonder why you came

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life
How to save a life
How to save a life

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life
How to save a life...



(taken from OST. Grey's Anatomy)



Lagi suka sama lagu ini...
Mungkin gw lagi berusaha "menyelamatkan hidup" gw...?



Balada Kemarin Sore

Kemarin berjalan dengan kesibukan yang jauh berkurang dibandingkan hari kemarinnya. Yang berbeda dari 2 hari hanyalah hujan yang sempat turun lumayan deras dan lama. Dan seperti biasa, jam 5 sore adalah waktu untuk kembali ke rumah.

Jam 5 lewat sedikit, gw baru berhasil keluar kantor bareng Wulan. Gw mo pulang ke rumah, Wulan mo berangkat kuliah di daerah bilangan Mampang. Berhubung hari ini bareng Wulan, gw ambil rute jalan kaki ga seperti biasanya klo gw pulang sendiri.

Rute jalan kaki gw kemarin sore:
Keluar kantor belok kiri ke arah Hang Lekiu II A. Keluar dari Hang Lekiu II A, nyebrang Patiunus ke arah Taman Hang Tuah. Dari Taman Hang Tuah nyebrang ke jembatan penyebrangan busway halte Masjid Agung Al Azhar. Dari halte Masjid Agung naik Kopaja 19 ke arah Ratu Plaza.

Semuanya berjalan baik-baik saja. Awalnya. Hingga saat gw jalan ke arah Halte Masjid Agung dari Taman Hang Tuah.

Tiba-tiba...


GUBRAAAAAK!!!
"Aduuuuuuh..."


Gw tergelincir di trotoar dengan posisi yang memalukan!
Dengkul gw dengan sukses menyentuh trotoar yang keras dan buku-buku jari gw ga mau kalah...

Reaksi pertama gw tentu mengaduh kesakitan. Tapi reaksi gw langsung berubah saat gw tau klo di deket gw jatuh ada seorang Ibu yang lagi dijemput dengan motor dan dia kaget sampe latah liat gw jatuh...

Dengan polosnya gw bilang, "Aduh... Maaf, Bu, bikin kaget... Ga pa-pa qo...," seraya bangun sendiri dan ngeloyor pergi menahan malu

Dengkul yang nyut-nyutan, buku-buku jari yang perih, dan pergelangan kaki yang menuju ke-keseleo-an pun terpaksa ditahan dulu... Malunya didahulukan!

Dengan cuek gw tetep nunggu Kopaja 19 di halte situ. Bodo amat sama orang-orang yang lagi nunggu jemputan di halte. Ga peduli tukang ojek dan tukang bajaj ngeliatin gw... Padahal siy sakit dan malu jadi satu

Setelah berhasil sampai di Ratu Plaza dan dapet omprengan, gw SMS MoMMy dan Mbak Ndi yang bunyinya, "Ad barusan kpleset di trotoar dkt halte busway Al Azhar. Lutut n tangan Ad cnut2.. Kykny kaki kiri kesleo de. Bs jg Ad jatuh he4 Malu..."

Setelah SMS MoMMy dan Mbak Ndi, gw baru inget klo gw bawa piring dan mangkok di dalam tas gw karena tadi pagi gw sarapan di mobil. Langsung gw cek kondisi piring dan mangkok tersebut (soalnya gawat klo asisten di rumah sampe tau gw mecahin piring n mangkok yang gw bawa... hehehehe...). Alhamdulillah kondisi piring dan mangkoknya masih utuh tak bercacat!



MORAL OF THE STORY:
1. Cek kondisi jalan dan sekitar klo mo jatuh. Pastikan bahwa semua itu emang cocok untuk dijadikan alasan elo jatuh. Misal: jalan licin, sandal licin, ngejar bus, pikiran yang terpecah, atau bisa kesemuanya.

2. Ga usah malu klo jatuh or kepleset di tempat umum. Segede apa pun badan loe asalkan loe punya cara ngeles n jaim yang OK, pasti malu loe bisa diminimalisir. Klo mo malu mampus, mending simpan dalam hati aja...

3. Harus bisa cari cara untuk menertawakan diri loe sendiri setelah terkena musibah. Contohnya, gw dengan meng-SMS Nyokap dan Kakak gw akhirnya bisa ketawa ngakak pas inget posisi jatuh gw...

4. Harus bisa bersyukur atas segala musibah yang elo dapatkan. Contohnya, gw bersyukur bisa jatuh. Karena selama ini gw ga tau rasanya jatuh di tempat umum (selain bersyukur karena piring dan mangkok yang gw bawa ga pecah... hehehe...)

5. Be careful with what you wish for alias hati-hati dengan apa yang loe inginkan. Contohnya gw yang ingin tau rasanya jatuh di tempat umum, eh malah kejadian...

6. Jangan minta maaf ke sekitar loe karena elo jatuh! Kan harusnya mereka nolongin elo dan elo bilang "terima kasih"...






Tuesday, May 6, 2008

Dear Hilmi...

Kamu ingat kapan kita pertama kali kenal?
Kamu ingat sudah berapa lama sejak kita pertama kali kenal?
Kamu ingat apa yang bikin kita kemudian jadi sahabat?

Semua itu karena aku dan kamu nyambung obrolan.
Semua itu karena aku dan kamu sering seide.
Semua itu karena aku dan kamu hampir setipe.

Tapi kenapa sekarang kamu berubah?
Kenapa sekarang kamu bukan lagi Hilmi yang aku kenal?

Ga bisakah kita seperti dulu?
Haruskah kecemburuan dia menghancurkan persahabatan kita?